Kunci Ungu

Induk Seri: A Sorcerer’s Journey[id]

Fitur Asisten Suara AI (Beta)
Berdiskusi di server Discord
Pengaturan Membaca
18px

Di lantai 72 Menara Hitam Isotta, laboratorium milik Norris.

Norris menatap ketiga kepala penyihir hitam tersebut dan merasakan energi negatif khusus yang terpancar dari mereka. Kepala Norris tampak seperti bola compang-camping yang dijahit, dan manik matanya membelalak liar seolah-olah hendak copot. Ia memeriksa energi itu berulang-ulang, seolah-olah ia meragukan keberadaannya sendiri.

Setelah beberapa lama, Norris baru menyadari perilaku canggungnya di depan sang murid; ia kembali memasang wajah serius seolah ingin menunjukkan bahwa ia sudah sering menyaksikan hal-hal aneh seperti itu.

Menyadari Glenn sedang berusaha menahan tawa, ia tahu perangai memalukannya itu telah ketahuan. Ia pun mendengus. “Kalau begitu, ceritakan padaku, apa sebenarnya yang terjadi? Sejak kapan penyihir hitam berkeliaran di Benua Penyihir, dan bagaimana bisa kau membunuh tiga orang sekaligus?”

Glenn menceritakan segala sesuatu yang telah ia lihat, dengar, dan amati, beserta pemikirannya selama perjalanan tersebut.

Norris terkejut dengan petualangan Glenn, namun rasa bangganya terhadap sang murid semakin bertambah.

“Seperti yang sudah sering kukatakan, pengetahuan membawa kekuatan. Namun, pengetahuan saja tidak cukup; kau harus menggunakannya dengan cerdas, dan aku lihat kau telah memahami hal ini dengan baik! Tapi bagaimana bisa para murid itu percaya bahwa memburu beberapa boneka yang dikendalikan oleh makhluk dunia asing akan menyelesaikan misi di dalam ini? Aku pasti akan membicarakan hal ini dengan para mentor mereka.”

Setelah mengatakan itu, Norris merenung sejenak lalu berseru, “Kau bilang itu adalah makhluk dari dunia asing? Bagaimana makhluk itu bisa berkomunikasi dengan manusia di Dunia Penyihir?”

“Aku tidak tahu.” Glenn menggelengkan kepala.

Glenn tidak akrab dengan cara berkomunikasi dengan dunia asing, dan itu juga bukan bidang studi yang lazim didalami oleh para murid.

Setelah berpikir sejenak, Glenn berkata, “Sepertinya pesan-pesannya disampaikan kepada kami melalui kehendaknya. Dan ada sebuah cermin besar di istana bawah tanah. Ini adalah pecahan darinya. Aku mengambilnya setelah memecahkan cermin itu. Kupikir mungkin ada informasi di dalamnya yang bisa melacak koordinat dunianya.”

Norris mengambil pecahan kaca itu dengan penuh semangat. “Aha! Nak, kau bisa menjadi sangat kaya! Aku akan memanggil penguasa Menara Suci untuk memproyeksikan kehendaknya guna memverifikasi keaslian informasi ini. Jika terkonfirmasi, maka sang penguasa akan memberimu hadiah yang setimpal. Asal kau tahu, penguasa itu adalah penyihir tingkat enam, seorang Penyihir Stigmata!”

“Tingkat enam… Penyihir Stigmata?!” gumam Glenn sambil mendongak menatap mentornya dengan tidak percaya, lalu ia bertanya dalam hati:

Bukankah itu penyihir tingkat tertinggi? Dan yang lebih kuat dari itu adalah penguasa yang mengatur dunia tanpa batas—Penyihir Nekromansi.

Kekuatan para penyihir Stigmata tidak sehebat Penyihir Nekromansi, yang bisa membunuh murid penyihir yang mendekat tanpa sadar. Kendati demikian, penyihir Stigmata tetap saja bisa mendatangkan banyak masalah bagi para murid, dan jurang kekuatan antara mereka dan para murid begitu lebar sehingga lebih baik tidak mengusik mereka.

Kira-kira para penyihir ini pasti tidak tertarik melihatku, seorang murid! Memikirkan hal ini, Glenn merasa lega sekaligus mulai berdoa untuk Raja Iblis dari dunia asing yang dengan lancang menggunakan anak-anak untuk mengumpulkan jiwa manusia tak berdosa. Sekarang setelah ia diselidiki oleh penyihir tingkat enam dari Menara Suci, entah apakah dunia tempatnya berada bisa terhindar dari penjelajahan mereka.

Jika keenam penguasa tersebut bersatu sebagai sekutu, karena masing-masing memiliki menara sihir dari sekolah mereka di bagian kedua belas Menara Suci Tujuh Cincin, apa pun yang terjadi selanjutnya tidak akan ada urusannya lagi dengan Glenn.

Di luar dugaan Glenn, misi kali ini ternyata mengalami kejutan sebesar ini.

“Ah… Semoga beruntung untuk Raja Iblis dari dunia asing ini. Kuharap kau belum memicu rasa penasaran para penyihir ini. Kalau tidak, kita akan melihatmu diiris-iris di laboratorium mereka.” Glenn terkekeh pelan. “Aku tadinya hanya menjalankan misi untuk menyingkirkan penyihir hitam, tapi aku malah menemukan proyeksi kehendak raja ini dan itu membongkar koordinat dunianya! Itu benar-benar rezeki nomplok yang mengejutkan.”

Saat itu, Norris telah pergi ke ruangan di atas lantai 90 Menara Hitam, tempat di mana lebih banyak misteri disembunyikan dalam-dalam. Bahkan beberapa penyihir resmi pun tidak diizinkan menginjakkan kaki di sana.

Glenn tidak membuang waktu. Ia menarik Kelopak Perjanjian Iblis, mengeluarkan bola api di dalamnya lalu menyimpannya ke dalam sebuah tabung, kemudian ia mulai menganalisis bagaimana makhluk berevolusi dari elemen ini tersusun.

Makhluk elemen diciptakan dengan menggunakan sihir pengaktifan elemen, yang mengandalkan pengetahuan tentang energi elemen dan ilmu hayati. Dalam prosesnya, selain pengendalian elemen dasar, sketsa biologis yang lengkap dan tepat untuk makhluk tersebut harus dirancang terlebih dahulu.

Umumnya, karena tingkat pengetahuan dan kebijaksanaan yang terbatas, para penyihir elemen tingkat rendah cenderung memilih makhluk yang ada di sekitar mereka sebagai prototipe untuk merancang makhluk sketsa di dalam pikiran mereka. Sementara itu, penyihir tingkat tinggi memilih makhluk yang lebih kuat dari dunia asing atau dari sisa-sisa makhluk bersejarah sebagai prototipe, tetapi pemacu (motivator) yang tepat adalah syarat mutlak. Selain itu, makhluk hasil pengaktifan elemen yang diciptakan melalui metode kedua jauh lebih lebih kuat; butuh keahlian sekaligus waktu yang luar biasa banyak untuk menyelesaikannya.

Mengenai keahlian di bidang ini, Glenn telah memperoleh wawasan tentang aspek-aspek ilmu hayati setelah mempelajari Kode Kehidupan (Life Code), yang sudah cukup untuk menganalisis pemacu yang ia peroleh dari makhluk dunia asing tersebut. Berdasarkan analisis ini, sketsa makhluk elemen kemungkinan besar dapat digambarkan.

Proses ini akan memakan waktu, dan bagian terpentingnya adalah inspirasi untuk melanjutkan pekerjaan tersebut. Singkatnya, itu tidak akan bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Namun dikabarkan bahwa beberapa penyihir yang sangat berbakat telah berhasil menciptakan makhluk aktif-elemen yang persis seperti yang ada dalam pikiran mereka tanpa menggunakan pemacu apa pun.

Penelitian tentang bagaimana pemacu dapat menghasilkan makhluk elemen bukanlah pekerjaan jangka pendek. Hal itu membutuhkan studi yang memadai dan inspirasi yang konstan. Oleh karena itu, Glenn tidak terburu-buru dan mengalihkan perhatiannya ke ilmu sihir lainnya, dan hanya ketika inspirasi datang kepadanya, ia akan melakukan sedikit penyesuaian pada sketsa makhluk di dalam kepalanya.

Di tangan Glenn terdapat dua buku elemen milik Norris. Yang pertama adalah Sihir Perisai Api Kepadatan Elemen Api (Fire Element Density Fire Shield Sorcery), dan yang kedua adalah Sihir Kekuatan Destruktif Ledakan Api (Destructive Force of Fire Blast Sorcery). Sebagai koleksi seorang penyihir tingkat tiga, buku-buku tersebut tentu saja sangat luar biasa, dan Glenn sedang membacanya untuk memperkuat sifat-sifat Tubuh Api (Body of Fire) dan Api Abadi (Inextinguishable Flame).

Menurut Sihir Perisai Api Kepadatan Elemen Api, elemen api hampir tidak memakan ruang dan dapat berkumpul menjadi kepadatan tinggi dalam waktu singkat, sehingga membentuk perisai elemen api pertahanan—sebuah bentuk penggunaan energi elemen yang mendalam. Setelah membalik-balik lembarnya, Glenn merasa yakin bahwa pemahaman mendalam dan praktik fleksibel mengenai perisai api ini dapat dikuasai dalam kurun waktu satu atau dua tahun.

Sihir Kekuatan Destruktif Ledakan Api memperkenalkan sihir ledakan api. Isinya sangat rumit dan bahkan terlalu pelik bagi para murid. Terkecuali para penyihir, mungkin hanya Glenn—seorang murid yang memiliki anugerah Tubuh Api—yang bisa mempelajari buku ini.

Kendati demikian, saat membacanya, perhatian Glenn teralihkan oleh penelitiannya yang begitu luas. Sihir ledakan api menjadi sangat kuat karena memanfaatkan sifat antagonis antara elemen api dan air. Secara historis, sifat air dan api yang tidak bisa bersatu ini telah dipelajari oleh para penyihir kuno untuk mencari kekuatan, namun penulis buku ini melangkah lebih jauh. Ia menyelidiki penyebab mengapa sihir yang dikembangkan menggunakan elemen api dan air yang antagonis tersebut jauh lebih kuat daripada sihir yang diciptakan melalui sarana elemen angin dan api yang tidak antagonis. Pada akhirnya, ia menemukan suatu kekuatan yang berpotensi menghancurkan segalanya. Kekuatan itu disebut Kekuatan-D (D-Force).

Meskipun demikian, penelitian penulis tersebut berhenti sampai di situ. Kekuatan-D tidak berinteraksi dengan materi fisik atau sihir yang dikenal, dan tidak pula dapat dikumpulkan. Jadi tidak ada kegunaan yang ditemukan untuk itu. Namun apa yang telah ditemukan oleh buku ini tetaplah bersifat instruktif, dan buku itu telah membuat kemajuan yang mendalam dalam aspek-aspek tertentu. Oleh karena itu, penyihir Norris telah mengoleksinya di perpustakaannya.

Sebuah pikiran melintas di benaknya dan mata Glenn berbinar.

“Mungkin, aku seharusnya mempelajari sesuatu seperti elemen air dan radium.”

Mempelajari elemen air semata-mata demi sihir ledakan api; Glenn tidak yakin apakah ia bisa menguasainya saat masih menjadi seorang murid, yang tercantum sebagai tujuan terbesarnya untuk saat ini.

Memperdalam elemen radium bertujuan untuk mempelajari sifat pendorong dari elemen air dan radium serta mempersiapkan dirinya untuk simbol langka dan ranting pohon itu.

Glenn merasa terlalu bersemangat tentang hal ini sampai-sampai lupa waktu.

Tok-tok-tok!

Seseorang mengetuk meja.

Glenn mengangkat kepalanya, dengan lingkaran hitam di bawah matanya, lalu bertanya, “Ada apa, mentor?”

Melihat penampilan Glenn yang kelelahan, wajah gembira Norris sedikit melunak.

Setelah itu, Norris perlahan meredakan kegembiraannya, mengelus kepala Glenn seperti seorang anggota keluarga yang lebih tua, dan bergumam, “Nak, bukankah kau sudah tidak istirahat selama lima hari penuh?”

Glenn terkejut dengan keakraban itu. Menyadari mata tulus Norris, ia kemudian bersantai dan bertanya, dengan anggota tubuh yang seakan kehilangan arah. “Sudah lima hari?”

Stamina Glenn memang telah meningkat karena biasanya tiga hari adalah batas kemampuannya.

“Lihat dirimu! Jangan terkecoh bahwa staminamu sekarang lebih baik, lantas kau bisa menggunakannya secara berlebihan! Seorang penyihir tidak hidup dengan mengejar tujuan yang lebih tinggi saja; mereka harus menikmati hidup, seperti orang biasa pada umumnya.”

Setelah berkata demikian, Norris melemparkan sebuah kunci ungu kepada Glenn dan berkata, “Sebagai mentormu, aku memerintahkanmu untuk beristirahat!”

Kata-kata tegas itu dipenuhi dengan kepedulian Norris terhadap Glenn.

Glenn menerima kunci ungu tersebut. Ukurannya sepanjang jari dan berkilau. Ia terkejut, lalu bertanya, “Apa ini? Aku bisa merasakan gelombang spasial yang kuat. Benda ini memiliki kehendak.”

“Ini adalah Kunci Persahabatan Menara Hitam. Ini adalah hadiahmu dari penguasa Menara Suci. Pecahan kaca itu memang berisi koordinat dunia makhluk tersebut. Dunia itu sangat, sangat jauh, dan informasi tentang lokasi persisnya memang samar, namun hanya masalah waktu sebelum kita melacaknya.”

Melihat kunci ungu ini mengingatkannya pada kunci emas Lafite.

“Jadi… apa yang bisa kulakukan dengan Kunci Persahabatan ini?” tanya Glenn ragu-ragu.

Wajah Norris menjadi gelap, dan ia berkata dengan muram, “Untuk mencapai persahabatan Menara Hitam? Apakah itu tidak cukup?”

“Hm,” Glenn menyadari kemarahan di wajah lelaki tua itu dan segera menjawab, “Eh… Cukup. Memiliki kunci ini adalah hal paling beruntung dalam hidupku. Haha.”

Mungkin karena tindakan penuh perhatian dari Norris, Glenn menjawab dengan lebih bebas dan santai. Hubungan guru dan murid di antara mereka tampaknya telah berubah.

“Melalui kunci ini, kau bisa memanggil pelayan jiwa penguasa Menara Suci sebanyak tiga kali. Asal kau tahu, pelayan itu milik seorang penyihir tingkat enam. Baiklah, sana pergi dan beristirahatlah.” Norris mengusir Glenn keluar dari laboratoriumnya.

Berdiskusi di server Discord