Sihir Pertama
Induk Seri: Throne of Magical Arcana
Throne of Magical Arcana
Bab 25: Sihir Pertama
Penerjemah: winniethepooh, Kris_Liu Editor: Vermillion
Sambil menatap langit malam, Lucien mencari Bintang Inangnya (Host Star) menggunakan meditasi astrologi.
Mencari di hamparan langit yang luas dan spektakuler, Lucien segera menemukan sebuah bintang di kejauhan yang entah mengapa terasa familiar baginya. Bintang itu tidak terlalu terang, tampak seperti bintang yang baru lahir.
Mengarahkan rohnya, Lucien mendekati bintang tersebut. Dengan bimbingan meditasi, sedikit demi sedikit, Lucien mulai menghubungkan rohnya dengan bintang itu.
Tiba-tiba, seperti senar yang dipetik, jiwa Lucien bergetar hebat. Mengetahui bahwa ini adalah bagian tersulit sekaligus terpenting dalam prosesnya, Lucien dengan cepat mengulurkan rohnya lagi untuk menangkap benang yang hampir putus antara bintang itu dan dirinya.
Perlahan-lahan, benang tipis itu mulai bersinar terang seperti bintang-bintang dan semakin kuat. Getaran itu perlahan menghilang. Dengan satu getaran terakhir yang tiba-tiba, bayangan bintang tersebut muncul di dalam jiwanya.
Menyerap kekuatan dari bintang itu dengan rakus, Lucien terus menempa jiwa dan rohnya sampai jiwanya terasa “membengkak”. Kemudian, ia beralih ke meditasi elemen untuk meningkatkan interaksi dan memperkuat ikatan antara rohnya dengan elemen. Semakin kuat ikatannya, semakin cepat seseorang dapat merapal mantra khusus elemen dan memperpendek waktu cooldown (CD) secara umum.
Lucien akhirnya membuka matanya ketika ia mulai merasa sangat lelah jauh di dalam jiwanya. Matanya penuh dengan kegembiraan dan ekstasi.
“Bahkan saat aku tidak sedang bermeditasi, aku masih bisa merasakan Bintang Inangku di dalam jiwaku. Dan jika aku lebih fokus, aku bahkan bisa merasakan ada bintang yang bersinar jauh di langit yang terhubung denganku. Aku bisa merasakan kekuatan bintang itu…”
Namun tak lama kemudian, ia merasa bingung, “Tunggu… Aku datang ke sini karena kesalahan. Aku bukan berasal dari dunia ini, jadi mengapa aku bisa menemukan Bintang Inang Takdirku di sini? Secara teoritis, jika seseorang meninggal, bintang orang tersebut akan perlahan meredup hingga akhirnya menghilang. Tapi bintang yang kurasakan tadi… Itu milikku, diriku yang sebenarnya… Xiafeng.”
Lucien tidak bisa memahaminya saat ini.
Selain itu, dari catatan tersebut, Lucien mengetahui bahwa seorang penyihir pria atau wanita perlu menggunakan sihir khusus untuk mengukur kekuatan spiritual orang lain. Hanya mereka yang baru saja menembus ke tingkat baru yang dapat dideteksi secara langsung tanpa menggunakan sihir, karena ketidakstabilan kekuatan mereka.
Tentu saja, ada sihir yang bisa menyembunyikan kekuatan seseorang.
Setelah istirahat singkat, Lucien membuka catatan itu dengan penuh semangat. Ia tidak sabar lagi untuk melihat mantra sihir apa saja yang menunggunya.
Karena sekarang ia memiliki Bintang Inang Takdir, Lucien bisa menguasai ketiga mantra murid di Sekolah Astrologi, yang relatif kuat dibandingkan mantra dari sekolah lain dengan tingkat yang sama. Namun untuk saat ini, kekuatan Lucien hanya cukup untuk merapal mantra dua hingga tiga kali sebelum rohnya kelelahan.
Tingkat murid yang berbeda diakses berdasarkan berapa banyak mantra yang bisa dirapal seorang murid sebelum kehabisan roh. Seorang murid dalam pelatihan bisa merapal hingga lima mantra, tingkat menengah menggandakan jumlah tersebut, dan tingkat lanjut menggandakannya lagi hingga mampu merapal tidak kurang dari dua puluh mantra sebelum kehabisan tenaga. Artinya, untuk saat ini, Lucien hanya bisa menggunakan hingga lima mantra tingkat murid secara berturut-turut. Untuk sihir Astrologi, mungkin hanya tiga. Saat merasa lelah, seseorang perlu beristirahat atau meminum ramuan sihir untuk memulihkan kekuatannya kembali.
Tiga mantra tingkat murid tersebut adalah: Horoscope (tingkat dasar), Eyes of Stars, dan Disarming Loop.
Di antara ketiganya, Horoscope adalah yang paling terkenal. Bahkan tingkat dasarnya membutuhkan banyak pengetahuan untuk memahami pergerakan bintang dan menentukan saat yang tepat untuk meramal. Sang penyihir wanita butuh waktu beberapa tahun untuk memahami sebagian kecil saja, namun ramalannya sering tidak akurat.
Bagi Lucien, bagian yang paling menantang adalah menemukan bola kristal yang terbuat dari Morning-light Crystal yang murni dan berharga. Ia tidak tahu di mana harus mencarinya. Bola kristal milik penyihir wanita itu berasal dari keluarganya, tetapi disita oleh gereja.
Mengenai pengetahuan dasar tentang astrologi, yang dianggap sangat rumit oleh penyihir wanita itu, Lucien menyadari bahwa itu pada dasarnya hanyalah mekanika benda langit tingkat SMA, namun dijelaskan dengan cara yang berantakan.
Namun, Lucien tidak bisa menjelaskan dengan pengetahuannya saat ini mengapa sebuah bintang bisa berkaitan dengan nasib seseorang.
Membayangkan dirinya di masa depan duduk di depan bola kristal dan merapal mantra, Lucien merasa sangat senang. Jika ia mengenakan jubah penyihir hitam, Lucien merasa ia akan terlihat lebih seperti penyihir jahat.
“Eyes of Stars”: Sihir hipnotis. Perapal harus membuat orang tersebut menatap matanya.
“Disarming Loop”: Pemahaman Lucien adalah bahwa sihir tersebut dapat menggunakan gravitasi dari bintang-bintang dan membentuk lingkaran setebal sekitar dua puluh sentimeter, di mana gravitasinya dapat dikendalikan. Ini adalah sihir yang terutama digunakan untuk pertahanan.
Lucien memutuskan untuk mulai dengan melindungi dirinya sendiri ă…ˇ ia akan mempelajari Disarming Loop.
Selain itu, mantra lainnya semua memerlukan bahan tambahan. Misalnya, Eyes of Stars membutuhkan Night Star (sejenis tanaman herbal) sebagai reagen. Dan hampir semua mantra khusus elemen memiliki persyaratan serupa.
Meskipun Lucien bisa mempelajari sihir dari sekolah lain, teknik meditasinya akan memudahkannya untuk memulai dengan Astrologi dan Elemen.
Tetap fokus, Lucien merapal mantra aneh itu dengan suara rendah, mencoba mencari kekuatan pada benang penghubung antara bintang itu dengan Bintang Inangnya sendiri. Ia merasa rohnya mulai bergetar saat merapal mantra. Ia bisa merasakan gravitasi dari bintang tersebut!
Dengan terburu-buru, Lucien mencoba membentuk rohnya sesuai dengan pola sihir sederhana dalam catatan itu. Namun, sebelum polanya terbentuk, kombinasi antara rohnya dan gravitasi terputus. Lucien gagal.
Setelah lima kali gagal, usahanya akhirnya berhasil. Lingkaran cahaya lembut yang hampir tak terlihat jatuh di atas meja, mengelilingi lilin yang menyala. Dikendalikan oleh Lucien, api lilin itu tiba-tiba tertahan, dan sedetik kemudian melonjak ke udara. Setelah dua menit berlatih, Lucien berhenti.
Sambil menyilangkan jari, Lucien menggigit bibirnya dengan penuh pertimbangan. “Aku tidak bisa menciptakan perbedaan gravitasi yang besar. Lingkaran ini mungkin cukup untuk membuat orang kehilangan kendali atas senjata mereka sampai tingkat tertentu, tapi tidak cukup kuat untuk melucuti senjata mereka sepenuhnya. Lagipula, ini hanya mantra tingkat murid.”
“Dan butuh waktu terlalu lama bagiku untuk merapalnya. Jika aku berlatih lebih banyak, aku seharusnya bisa menciptakan lingkaran itu dalam waktu tiga detik.”
“Bagaimanapun, ini adalah sihir pertamaku.” Lucien senang karena ia bisa menguasai Disarming Loop dalam waktu sesingkat itu, sementara penyihir wanita itu butuh waktu lebih dari sebulan.
“Penyihir wanita itu menjelaskan dalam catatan bahwa kesulitannya muncul karena ia tidak mengerti mengapa bintang-bintang bisa menyebabkan kekacauan pada Elemen Bumi, jadi ia tidak punya pilihan selain berlatih berulang kali tanpa mengetahui alasannya. Tapi aku tahu alasan di baliknya ㅡ gravitasi. Sepertinya pepatah itu juga berlaku di dunia ini: Pengetahuan adalah kekuatan.”
Mengingat seluruh prosesnya, Lucien mencoba mengurangi waktu perapalan. “Aku merasa mantra itu baru saja menciptakan frekuensi tertentu dan kemudian membuat rohku bergetar bersamanya. Bagaimana jika… aku cukup mengingat dan mengikuti frekuensi spesifik itu dan melewati mantranya?”
Jawabannya adalah ya, tetapi itu pasti membutuhkan tingkat kendali kekuatan spiritual yang lebih tinggi. Setelah berlatih dalam waktu lama, Lucien kelelahan dan harus menyudahinya, tetapi saat itu ia telah mengurangi waktu aktivasi (tanpa perapalan karena tidak ada mantra yang diperlukan sekarang) menjadi sedikit lebih dari tiga detik.
“Aku butuh lebih banyak latihan besok. Dan… aku akan mencoba mencari beberapa bahan umum untuk ramuan sihir…” Otak Lucien tidak berfungsi dengan baik karena rasa kantuknya.
Sekalipun seorang penyihir tidak berniat menjadi alkemis, proses belajar dari membuat ramuan sihir tetap sangat penting.
Bab Ini Masih Terkunci
Bab ini dijadwalkan rilis gratis pada .
Ingin baca instan sekarang? Dukung penerjemah di halaman Donasi Novelfire untuk klaim token eksklusif Anda.