Memilih Serangga Parasit
Induk Seri: A Sorcerer’s Journey[id]
Setela berkomitmen untuk membuat parfum selama dua hari berturut-turut sembari tetap menjalankan pekerjaannya membersihkan perpustakaan, Glenn merasa sangat lelah. Namun, semangatnya sedang membara. Dia bergegas menuju pasar perdagangan di Menara Hitam dengan membawa 30 botol perangsang yang baru diselesaikannya.
“Bisa tolong jualkan 30 botol parfum ini untukku? Kamu bisa menjualnya dengan harga satu batu sihir per botol,” minta Glenn dengan sopan kepada seorang anak laki-laki gemuk yang sedang membaca buku sihir saat itu.
“Parfum? Parfum jenis apa? Yang benar saja, aku punya semua jenis nektar di dunia ini dan baunya enak-enak.” Anak itu mendongak dengan cepat. Matanya hampir tidak terlihat karena tertutup lipatan lemak di sekitar kelopak matanya.
“Ini ciptaan kecilku. Efeknya bisa merangsang gairah seksual saat disemprotkan. Dan ada botol khusus untuk perempuan maupun laki-laki.”
“Perangsang!” Anak laki-laki itu mendadak tertarik dan hendak mencobanya.
“Hati-hati! Efeknya bisa bumerang kalau kamu salah pilih.”
Mengikuti instruksi Glenn, anak itu mencium aroma perangsang untuk laki-laki dan menikmati aromanya sejenak. Dia kemudian membuka mata dan berseru:
“Wah, ini luar biasa!” Anak itu melanjutkan. “Apa namanya? Sudah punya nama belum? Ini benar-benar mengingatkanku pada cinta pertama yang mendebarkan. Sangat luar biasa!”
“Soal nama…” Glenn gagap karena dia tidak pernah berpikir untuk memberi nama parfum tersebut.
“Bagaimana kalau kita sebut Botol Cinta?” Anak itu menjadi sangat antusias dengan nama tersebut.
“Botol Cinta, jenius! Ayo pakai nama itu!”
“Tapi ini nilainya lebih dari satu batu per botol, menurutmu bagaimana? Kita jual dua batu saja,” kata anak itu.
“Dua? Aku ragu para murid sanggup membayarnya!”
“Oh, kawan, tidak mungkin kan kamu berpikir aku hanya akan menjualnya kepada para murid saja?”
“Apa? Para penyihir juga?!” tanya Glenn heran.
“Tepat sekali! Kita semua punya hasrat, termasuk para penyihir.”
“Baiklah kalau begitu. Kita patok harga dua batu per botol dan aku akan berikan bagian sepuluh persen dari hasil penjualan untukmu.”
“Kalau begitu, sepakat.”
Glenn bangun pagi-pagi keesokan harinya. Dia langsung menyantap makanan dengan cepat dan bersiap pergi ke pasar perdagangan. Dia membutuhkan batu sihir untuk alasan lain. Dia ada kelas Sihir Jiwa sore itu dan pengajarnya adalah seorang penyihir bereputasi tinggi, yang akan memperkenalkan dasar-dasar Sihir Jiwa untuk membantu meletakkan dasar dalam memelihara Serangga Simbiotik. Namun, dibutuhkan satu batu sihir untuk biaya masuk.
Saat ini Glenn tidak punya uang sama sekali. Satu setengah batu sihir milik sebelumnya sudah habis dipakai untuk membeli bahan-bahan pembuat perangsang.
“Oh, temanku! Ini dia! Sang pencipta Botol Cinta!” Anak gemuk itu menyambut Glenn dengan sangat lincah.
“Laku keras?” tanya Glenn penasaran, sembari heran bagaimana orang segemuk itu bisa bergerak selincah itu.
“Kamu tidak bakal menyangka selaris apa! Aku menawarkan satu botol ke seorang penyihir. Dia sangat menyukainya dan membeli semua botol yang ada. Dia bahkan membayarku dengan batu sihir tingkat menengah[1] dan langsung pergi tanpa meminta kembalian! Kamu punya stok lagi? Aku berencana memperluas pasar dan menjualnya ke sekolah lain!” Anak itu mengoceh panjang lebar sambil menyerahkan sekantong batu sihir kepada Glenn.
“Entahlah. Maksudku, aku belum bisa membuatnya sekarang karena sibuk bersiap untuk Ujian Sihir Tahun Pertama yang makin dekat. Tapi aku akan buat lagi kalau nanti kehabisan batu sihir.” Glenn menolak tawaran itu sambil menghitung batu di dalam kantong.
“Baiklah kalau begitu. Tapi tolong berikan informasi bola kristalmu. Nanti kita berkabar! Ngomong-ngomong, aku Dickens.”
Glenn meninggalkan pasar perdagangan dengan tenang. Dia kini khawatir ada orang yang iri dengan kekayaannya lalu melancarkan kutukan padanya.
Glenn kemudian bergegas menuju lantai tujuh untuk mendapatkan mikroskop resolusi tinggi.
“Oh, kamu datang! Kamu sudah dapat batunya, kan?” Varro mengingat Glenn karena dia tidak punya banyak pelanggan.
“Ya, 20 batu, tidak kurang satu sen pun.”
“Bagus. Tapi mentorku sedang memakai mikroskop yang kamu minta. Berikan informasi bola kristalmu dan aku akan langsung menghubungimu begitu alatnya siap.”
Meskipun ragu, Glenn memutuskan untuk mengambil risiko dan menyerahkan 20 batu itu kepada Varro.
Glenn lalu berlari kencang ke ruang kelas Sihir Jiwa dan berhasil sampai tepat waktu.
“Apakah ada dari kalian yang tahu bagaimana orang-orang dari Negeri Asing menyebut kita para penyihir? Penguasa Budak! Ini menunjukkan ketakutan luar biasa mereka terhadap pengendalian budak jiwa.”
Kelas berlangsung selama dua jam pasir dan sebagian besar waktu dihabiskan pengajar untuk memuji keagungan para penyihir. Namun dia memang penyihir yang hebat, dan tampaknya dia sangat terobsesi dengan sihirnya sendiri. Glenn mendengarkannya dengan khusyuk setiap kali topik bahasan masuk ke Serangga Simbiotik.
Setelah kelas selesai, Glenn kembali ke meja eksperimennya. Dia tahu eksperimen peningkatan penciuman pada tikus tidak bisa dilanjutkan tanpa mikroskop resolusi tinggi, jadi dia memutuskan untuk memprioritaskan pembiakan Serangga Simbiotik.
Secara teori, serangga apa pun di alam bisa dijadikan Serangga Simbiotik yang mampu melindungi inangnya dari kendali mental karena sifat khusus pada jiwa serangga tersebut. Namun setiap pembiak ingin serangganya memiliki keunikan tersendiri. Glenn telah mengumpulkan tujuh jenis serangga dan sudah mengeliminasi empat di antaranya. Kini dia punya tiga pilihan.
Yang pertama adalah Serangga Pemakan Mayat, yang sesuai namanya, memang memangsa bangkai. Glenn mengumpulkannya dari mayat yang terkutuk.
Yang kedua disebut Gadfly (Lalat Parasit), seekor parasit yang jarang diketahui. Mereka mengalami siklus hidup yang aneh. Mereka lahir di kotoran yang dikeluarkan oleh burung bangau. Ketika moluska pemakan kotoran bangau memakan kotoran tersebut, Gadfly akan masuk ke dalam tubuh moluska dan hidup di ususnya. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah Gadfly menyebabkan gen moluska bermutasi sehingga menumbuhkan kaki tambahan dan menyulitkan pergerakannya. Akibatnya, moluska tersebut lebih mudah dimangsa oleh burung bangau. Pada akhirnya, Gadfly kembali ke dalam tubuh burung bangau.
Pilihan ketiga adalah Diaphania, Serangga Simbiotik yang sangat disukai oleh para penyihir. Meskipun kemampuan menyerangnya kecil, mereka dapat memperpanjang umur pemeliharanya, bahkan dalam beberapa kasus hingga 100 tahun.
Setelah menimbang kelebihan dan kekurangan dari ketiga Serangga Simbiotik tersebut, Glenn menyimpulkan bahwa Serangga Pemakan Mayat terlalu kejam baginya, jadi dia membuang pilihan itu.
Kini Glenn dihadapkan pada pilihan antara Gadfly dan Diaphania. Glenn percaya Diaphania disukai karena alasan yang kuat. Namun dia lebih tertarik pada Gadfly karena mutasi yang ditimbulkannya, meskipun mutasi tersebut bukan jenis yang menguntungkan.
“Mutasi pada dasarnya adalah evolusi, dan ketika Gadfly menyebabkan mutasi pada gen inangnya, itu jelas bukan melalui Sihir Hematologi. Jadi, apakah ada hubungannya dengan peningkatan penciuman?” Glenn terus berpikir.
Glenn kemudian memutuskan untuk menguji Gadfly pada seekor katak hidup.
Catatan kaki:
[1] Satu batu sihir tingkat menengah setara dan dapat ditukarkan dengan 100 batu sihir biasa di Benua Sihir.
Bab Ini Masih Terkunci
Bab ini dijadwalkan rilis gratis pada .
Ingin baca instan sekarang? Dukung penerjemah di halaman Donasi Novelfire untuk klaim token eksklusif Anda.