Benda yang Berubah Menjadi Bencana
Induk Seri: Silent Witch [id]
Keadipatian Rehnberg terletak di bagian timur negara ini. Tempat itu merupakan daerah yang rawan terkena dampak naga, tetapi jika dibandingkan dengan wilayah lain, tingkat kerusakan akibat naga yang muncul di sana relatif rendah.
Paling banyak, beberapa kali dalam setahun, ada naga herbivora yang tersesat dari kawanan dan berkeliaran ke desa manusia. Sejak Eliane lahir, dia hanya mendengar cerita tentang beberapa naga besar yang muncul di masa lalu.
Baginya, beruang dan babi hutan jauh lebih mengancam daripada naga. Karena binatang buas besar jarang muncul, hutan ini menjadi tempat yang sempurna untuk berjalan-jalan. Meski terkadang ada rusa besar yang keluar secara kebetulan. Umumnya, rusa bisa menjadi galak dengan caranya sendiri, tetapi karena Peter membawa senapan berburu, dia akan mampu mengusir mereka jika berpapasan.
Oh, alangkah indahnya jika aku bertemu dengan Tuan Felix di sini. Dia mungkin akan terlihat sedikit terkejut, tetapi dia akan segera tersenyum dan mengulurkan tangannya kepadaku, berkata, ‘Kemarilah, Eliane.’ Awalnya aku akan tampak bingung, tetapi saat aku menerima tangannya… dia mungkin akan menarikku ke dalam pelukannya dengan sedikit memaksa. Kemudian, selagi aku merasa malu, dia akan menyuruhku berpegangan erat agar tidak bahaya, dan dengan gugup aku akan meraih dada Tuan Felix…
Saat Eliane terbuai dalam fantasi yang menyenangkan itu, kudanya tiba-tiba berhenti.
“Hm? Ada apa?”
“Saya tidak tahu. Kudanya tiba-tiba mulai ketakutan…”
Peter memeriksa kuda itu, tetapi tampaknya tidak ada luka di bagian mana pun. Kuda itu hanya terlihat jelas gelisah dan takut akan sesuatu.
Menilai bahwa mungkin ada binatang buas besar di dekatnya, Peter mengangkat senapan berburunya untuk berjaga-jaga.
Namun, dia merasakan hutan terasa sangat sunyi dan tidak mendengar suara khas binatang besar yang bergegas melewati rerumputan.
Kemudian embusan angin tiba-tiba bertiup dan menggoyang ujung rok Eliane. Dia merasa agak kedinginan diikuti oleh sinar matahari yang memudar. Mungkinkah awan menghalangi cahaya, sehingga Eliane mendongakkan kepalanya… dan tersentak.
“…buka?”
Itu bukan awan, melainkan sesuatu yang besar yang berputar-putar di atas pepohonan sedang menghalangi sinar matahari. Melihat pemandangan siluet besar itu membuat punggung Eliane terasa dingin.
“…seekor naga.”
Hal pertama yang terlintas di pikiran ketika memikirkan naga yang pandai terbang adalah wyvern. Dari segi ukuran, seekor wyvern kira-kira memiliki ukuran yang sama dengan seekor sapi.
Namun naga di atas kepalanya itu berukuran sekitar dua kali lipatnya. Sisiknya yang tebal dan tampak keras berwarna hijau segar yang cerah.
“Naga Hijau… Tingkat tinggi…”
Mendengar gumaman Eliane, Peter pun ikut mendongak. Meski wajahnya pucat, dia mencoba mengendalikan kuda itu demi menjalankan tugasnya sebagai pelayan. Namun, kuda yang ketakutan itu menolak bergerak sedikit pun. Sebaliknya, kuda itu tampaknya akan mengamuk jika dia terlalu memprovokasinya.
“Nona Eliane, saya rasa Anda harus turun dari kuda.”
“T-Tapi akan lebih baik jika kita menunggangi kuda…”
“Kuda yang berpapasan dengan naga memiliki kemungkinan tinggi kehilangan kendali! Anda akan terlempar jika menungganginya dengan pelana menyamping!”
Eliane buru-turut melepaskan kendali, memegangi roknya, dan mencoba turun dari kudanya… Di saat yang sama, naga di atas kepalanya melolong dengan raungan bernada tinggi.
Kuda yang ketakutan oleh jeritan naga itu meringkik dan mengangkat kaki depannya tinggi-tinggi. Ketika Eliane kehilangan keseimbangan dan jatuh dari kuda, Peter menarik tangan Eliane dan menjauhkan jarak untuk mencegah kuda itu menendangnya.
Pada saat itu, angin yang sangat kencang bertiup. Naga Hijau itu melesat turun ke arah mereka. Saat Peter dan Eliane bergegas bersembunyi di balik pohon, cakar tajam naga itu menancap ke tubuh kuda yang sedang mengamuk.
Cakar naga itu meremukkan tubuh kuda beserta pelananya yang kokoh. Eliane dengan cepat menutup telinganya dan memalingkan muka mendengar suara jeritan kematian kuda itu. Kemudian Peter menarik lengan Eliane dengan kuat.
“Kita harus keluar dari sini.”
“T-Tunggu dulu. Saya rasa kita harus bersembunyi daripada melakukan gerakan yang ceroboh…”
Dan kemudian mereka melihat bahwa naga itu tidak melahap bangkai kuda tersebut, melainkan hanya mencabik-cabik dan melumatkannya seolah-olah sedang melampiaskan kemarahannya pada bangkai itu. Perilakunya jelas tidak normal.
Berbeda dengan naga tingkat rendah, naga tingkat tinggi adalah makhluk yang cerdas. Karena itu, mereka tidak akan menyerang manusia tanpa alasan.
Hal itu membuat Elaine bertanya-tanya, mengapa Naga Hijau itu tampak begitu kejam?
Eliane merasakan firasat tidak nyaman saat melihat perilakunya.
Dia melihat sesuatu yang menyerupai bayangan muncul dari sisik hijau segar yang indah milik naga hijau tersebut. Awalnya dia mengira itu hanya siluetnya, tetapi bayangan itu merayap di atas tubuh naga hijau seperti ular raksasa. Penampilannya jelas tidak normal.
Eliane belum pernah melihat naga dengan bayangan yang merayap di tubuhnya. Namun dia tahu arti dari hal ini karena dia pernah mendengarnya dalam cerita-cerita kuno.
——Bayangan itu adalah ‘kutukan’ yang menggerogoti naga.
Naga yang membawa kutukan. Dengan kata lain, eksistensi terburuk di antara bencana naga, bersama dengan naga hitam… naga terkutuk.
Sebagian dari bayangan yang merayap di tubuh naga itu muncul seperti ular dan melilitkan dirinya pada bangkai kuda. Kemudian, seluruh tubuh bangkai kuda itu berubah menjadi hitam dalam sekejap. Bangkai yang menghitam itu akhirnya meleleh dan menyatu dengan bayangan yang mirip ular—Eliane paham secara intuitif. Kuda itu telah “ditelan” oleh kutukan.
“Peter… Peter…”
“Hiiiekk… I-Itu akan memakan saya… I-Itu akan…”
Peter menggigit kuku jempolnya sambil gemetaran dan menjambak rambutnya dengan tangannya yang lain. Dia berada dalam kondisi mengigau ketakutan.
Begitu orang dewasa yang bisa diandalkan itu panik, rasa takut dan kebingungannya menular dan menyebar ke Eliane.
“Tidak, tidak, tidak, tidak, aku tidak mau mati di sini, tidak! Aku tidak mau mati!”
Bayangan yang menelan kuda itu menyelinap kembali ke dalam tubuh Naga Hijau. Leher tebal Naga Hijau itu perlahan mengalihkan pandangannya ke pohon tempat Eliane dan Peter bersembunyi. Naga itu telah menetapkan target pada mangsa berikutnya.
Aku akan baik-baik saja, aku akan baik-baik saja, pepohonan di sekitar sini lebat dan sempit, jadi naga itu tidak akan bisa…
Namun, harapan samar Eliane hancur oleh sekali kepakan sayap naga hijau tersebut. Setelah Naga Hijau mengangkat dan menurunkan sayapnya yang berlapis tebal, bilah-bilah tak terlihat menebang pepohonan di sekitarnya.
Naga Hijau termasuk dalam domain angin. Sama seperti penyihir manusia yang bisa mengendalikan bilah angin, Naga Hijau juga bisa mengendalikan mana untuk memanipulasi bilah angin sesuka hati. Kemampuan inilah yang menjadi alasan mengapa Naga Hijau dianggap sebagai naga tingkat tinggi.
“T-Tidak! A-Aku…”
Bayangan hitam yang merayap di tubuh Naga Hijau muncul sekali lagi dan membentang ke arah Eliane dan Peter. Sebuah bayangan yang keberadaannya sendiri adalah ‘kutukan’. Jika menyentuhnya… maka akan berakhir seperti apa yang baru saja disaksikan Eliane.
Naga Hijau itu mengeluarkan jeritan yang memekakkan telinga. Seolah-olah naga itu sedang mengejek perilaku Eliane yang menjijikkan.
“T-Tidaaaaaak!”
Eliane berdiri dengan kaki gemetar dan hendak melarikan diri dari tempat kejadian ketika Naga Hijau mengepakkan sayapnya. Angin kencang memaksa tubuh Eliane tetap berada di tanah. Dia tidak bisa melarikan diri lagi.
Bayangan hitam yang merayap di atas tubuh Naga Hijau berkedip-kedip dan mengincar Eliane dan Peter. Mereka akan ‘ditelan’.
“Eli! …dan Pak Pelayan!”
Lengan yang kuat mengangkat tubuh Eliane seolah menyendoknya dan mendekapnya di bawah lengan.
“Apakah kamu terluka?!”
Glenn datang menyelamatkan Eliane dengan terbang di ketinggian rendah. Dia juga memegangi Peter di sisinya dengan cara yang sama seperti Eliane.
Peter di sebelah kanan dan Eliane di sebelah kiri. Tidak peduli seberapa muda dan kuatnya Glenn, dia pasti mengalami waktu yang sangat sulit. Dan wajah Glenn saat ini merah padam.
Meskipun demikian, sambil memegang mereka erat-erat agar tidak jatuh, Glenn terbang melewati celah-celah di antara pepohonan. Dia tahu bahwa jika dia terbang lebih tinggi dari pepohonan, dia akan dengan mudah menjadi sasaran bagi Naga Hijau yang memiliki kemampuan terbang tinggi.
Naga Hijau mengepakkan sayapnya dan terbang, mengikuti Glenn dan yang lainnya dari atas pepohonan sebelum menjulurkan bayangan hitam dari tubuhnya seperti tentakel.
Sihir terbang seharusnya secepat kuda, tetapi kecepatan terbang Glenn saat ini hanya sedikit lebih cepat daripada berlari. Ini mungkin karena dia membawa Eliane dan Peter. Dibandingkan dengan saat dia didekap di lengannya saat festival sekolah, dia jelas jauh lebih tidak stabil.
Peter menjerit melihat bayangan yang membayangi tepat di belakangnya.
“Aaaaah, itu menyusul!”
Tepat saat bayangan itu akan menyentuh kaki Peter dan Eliane, Glenn meraung dari tenggorokannya.
“Tidak akaaan!”
Glenn menggunakan seluruh kekuatannya untuk melemparkan Eliane dan Peter ke semak-semak terdekat, tempat mereka berguling-guling di atas tanah yang berlumut.
“Kyaa!”
“Aaah!”
Ranting dan daun-daun keras dari semak-semak menggores kulit lembut Eliane dan membuat rambutnya yang mengembang kusut. Rasanya menyakitkan.
Aku harus bicara sepatah kata atau dua patah kata tentang perlakuan ini, pikir Eliane sambil bangkit dan mendongak.
Kemudian dia melihat… kaki Glenn terlilit bayangan hitam setelah membiarkan Eliane dan Peter lolos. Bayangan itu merayap naik dari pergelangan kakinya dan melilit seluruh tubuhnya. Tubuhnya yang tadinya terangkat oleh sihir terbang jatuh ke tanah dengan bunyi deburan, seperti burung yang ditembak jatuh oleh anak panah.
“Aaaaaaaaaaaarrggh!”
Jeritan yang menyayat hati keluar dari mulut Glenn. Dengan tubuhnya yang bernoda bintik-bintik gelap. Sama seperti kuda sebelumnya, tubuhnya akan ditelan oleh kutukan. Dan wajahnya, yang selalu penuh dengan tawa gembira, kini berkerut dalam kesakitan.
Eliane hanya bisa menatap pemandangan itu dalam ketakutan yang menggigil.
Tidak… Tidak… Ini tidak mungkin…
Tubuh Glenn sudah setengah tertelan oleh bayangan. Matanya tidak fokus dan mulutnya membocorkan suara tipis. Tapi itu bukan suara kesakitan.
——Itu adalah sebuah ‘rapalan mantra’.
“…bakar… lah…”
Sebuah bola api terbentuk di telapak tangan Glenn. Ketika tangan yang gemetar itu menunjuk ke arah Naga Hijau di langit, bola api itu melesat ke arahnya dan bertambah cepat.
Terjadi ledakan yang memekakkan telinga dan kilatan cahaya yang membuat mata bahkan tidak bisa dibuka. Eliane memaksa matanya yang sakit untuk terbuka dan melihat ke arah Glenn, dan melihatnya terbaring lemas di tanah dengan sekitar setengah tubuhnya tergerus oleh bayangan.
Bayangan yang telah menggerogoti Glenn menyelinap kembali ke dalam tubuh naga hijau, meninggalkan sebagian bayangan di tubuhnya, lalu membiarkan tubuhnya sendiri.
Naga Hijau selamat dari hantaman langsung bola api Glenn dan tidak menunjukkan tanda-tanda melemah. Sisik naga yang sangat tahan terhadap api membuatnya sulit bagi sihir api untuk melukainya.
Mungkin merasakan ancaman dari bola api tersebut, Naga Hijau yang berselimut kutukan itu berputar besar sekali sebelum akhirnya terbang menjauh.
Peter dengan napas yang habis bergumam, ‘kita hidup…?’
Eliane tidak memedulikan Peter dan mendekati Glenn dengan kaki gemetar.
“T-Tuan Glenn?”
Dia tidak menjawab. Tubuhnya tidak bergerak sedikit pun, tetapi kutukan bayangan yang tersisa di tubuhnya sedang merayap di sekitar tubuhnya.
“Tidak… Tolong jangan… Tuan Glenn, Anda baik-baik saja, kan? Tolong, bangun, Tuan Glenn…”
“Jangan sentuh dia!”
Dengan suara yang tajam, seorang pria jangkung berambut hitam mencengkeram tengkuk Eliane seolah sedang menangani seekor anak kucing—dia adalah Bartholomew Alexander, pelayan dari Silent Witch.
“Lepaskan aku… Tuan Glenn… Tuan Glenn, dia melindungi kami… Dia…”
“Dia sedang berada di bawah kutukan saat ini. Sentuh dia dan kutukan itu akan menularimu.”
“T-Tapi… jika kita tidak melakukan apa-apa… Tuan Glenn akan mati…hiks…hiks…”
Ketika Eliane akhirnya mulai terisak, Bartholomew mengernyitkan dahi karena kesal.
Dia melepaskan tangannya dari Eliane dan berjongkok di depan Glenn untuk mengamati bayangan yang menggerogoti seluruh tubuh Glenn.
“Seseorang dengan jumlah mana yang rendah akan langsung dimakan oleh benda ini… Untuk ukuran manusia, orang ini pasti memiliki mana yang banyak… mungkin lebih banyak dari tuanku?”
Bartholomew bergumam dan menyentuh bayangan yang merayap di atas tubuh Glenn dengan ujung jarinya. Bayangan itu tampak merayap naik ke jari Bartholomew, tetapi entah bagaimana, bayangan itu bergerak seolah menghindari jari tersebut.
“Hmm, baiklah, kurasa aku bisa menanganinya.”
Bartholomew berdiri, menggendong tubuh Glenn dengan kasar di pundaknya, dan memandang bergantian ke arah Eliane dan Peter.
“Bagaimanapun, mari kita kembali ke tempat yang aman. Juga, panggil spesialis kutukan saat kalian kembali ke rumah besar. Benda ini bukan sesuatu yang bisa ditangani oleh amatir.”
Bab Ini Masih Terkunci
Bab ini dijadwalkan rilis gratis pada .
Ingin baca instan sekarang? Dukung penerjemah di halaman Donasi Novelfire untuk klaim token eksklusif Anda.