Keanehan

Induk Seri: A Sorcerer’s Journey[id]

Fitur Asisten Suara AI (Beta)
Berdiskusi di server Discord
Pengaturan Membaca
18px

“Tempat ini jauh lebih mewah daripada tempat Zi Jue,” gumam Glenn saat ia terdorong ke depan di tengah kerumunan.

Ia sudah tidak sabar. Dengan antusias ia mengintip ke dalam aula dan melihat seorang pria berpakaian longgar duduk di tengah ruang tamu. Wajah pria itu persis seperti yang digambarkan oleh gadis yang menyukai Glenn. Wajahnya tertutup lapisan tipis kabut atau semacamnya.

‘Apakah seperti ini rupa seorang penyihir?’ batin Glenn.

Di atas meja di depan sang penyihir berdiri sebuah bola kristal transparan yang memancarkan cahaya lembut, dan cahaya itu membungkus aula dalam aura misterius. Suasana misterius itu makin bertambah oleh suara erangan konsisten dari seekor katak bermata merah yang meringkuk di samping bola kristal.

Melihat penyihir untuk pertama kalinya, Glenn merasa gembira, dan darahnya berdesir lebih cepat seiring matanya yang terus menatap.

“Itu dia! Gadis kecil di Kediaman Zi Jue!” Glenn menyadari seorang gadis tambun berambut cokelat berdiri tak bergerak di belakang sang penyihir, bibirnya cemberut seolah menunjukkan ia tidak senang dengan semua ini.

“Bukankah dia gadis yang melempar Peningkat Penciuman Anjing ke tanah di Kediaman Zi Jue?” kata Glenn. Dan sejak terakhir kali melihatnya, Glenn tahu bahwa gadis itu memiliki kekuasaan besar sebagai putri tunggal gubernur!

‘Jadi pria gemuk yang dihormati secara berlebihan oleh Tuan Zi Jue itu pasti ayahnya, sang gubernur!’ pikir Glenn dalam hati.

Ada dua murid lain yang berdiri di belakang Penyihir. Seperti putri gubernur, mereka telah diuji dan dinyatakan memenuhi syarat untuk belajar sihir, tetapi dipilih di tempat persinggahan Penyihir sebelumnya. Keduanya terlihat sangat mirip.

“Mereka pasti sepasang kakak beradik, atau mungkin berhubungan darah dengan cara lain,” gumam Glenn.

Anak laki-laki dari pasangan saudara itu tampak sama sombongnya dengan si penjaga pintu. Ia melemparkan pandangan angkuh kepada kandidat lain yang sedang menunggu dalam antrean panjang untuk diuji. Namun, anak perempuan itu sedikit pemalu karena diperhatikan secara lekat oleh begitu banyak orang.

“Terpilih dari ribuan kandidat sebagai murid untuk belajar sihir pasti terasa menyenangkan, belum lagi kenyataan bahwa semua bangsawan kaya dan para tuan tanah akan sangat baik kepada mereka. Ini seperti mendadak terkenal,” tebak Glenn.

Anak laki-laki itu bernama Chris Hank, dan anak perempuan itu bernama Nina Hank. Mereka berasal dari keluarga pemburu biasa. Sejak mereka terpilih sebagai calon penyihir, para lord lokal terus membujuk dan memanjakan mereka seperti pelayan kedai membujuk para tamu. Semua ini membuat Chris merasa bahwa dialah orang yang terpilih, penentu takdir, dan pusat dari dunia.

“Pasti sangat sulit untuk memiliki potensi menjadi murid penyihir. Jika tidak begitu, lalu mengapa Penyihir Apollo hanya didampingi oleh pasangan saudara itu dan si penjaga pintu yang bodoh. Sedangkan untuk gadis tambun ini, ayahnya mungkin telah menyuap sang penyihir! Dan kemungkinan besar dia akan menjadi satu-satunya yang terpilih di kota Bi Seer.”

Saat Glenn sedang memikirkan hal itu, Penyihir Apollo berbicara:

“Kekuatan mental: enam poin. Gagal! Berikutnya.”

Warna wajah gadis yang tangan gemetarnya tadi menyentuh bola kristal mendadak pucat. Ia kemudian pergi terburu-buru atas desakan kandidat lain.

“Satu lagi yang gagal…”

“Sepertinya kita tidak punya kesempatan.”

Kerumunan orang mendesah. Hampir seharian berlalu, dan tidak ada seorang pun, kecuali putri gubernur, yang lolos ujian. Kerumunan yang tersisa pasti sudah pergi jika bukan karena satu koin emas yang telah mereka bayarkan.

“Kekuatan mental: 5 poin. Gagal! Berikutnya.”

Peserta ujian berikutnya mencibir lalu menyelip pergi dari jalur antrean.

Saat Glenn melangkah semakin dekat ke barisan depan antrean, jumlah orang yang gagal dalam ujian terus bertambah. Ia mulai merasa cemas.

“Ternyata tidak mudah untuk terpilih!”

Kini giliran anak laki-laki di depan Glenn untuk mengikuti ujian. Namanya Wade. Dia adalah putra pemilik Restoran Moon, tempat paling mewah di Kota Bi Seer. Jadi, Glenn menebak bahwa dia pasti memiliki koin emas yang tak terhitung jumlahnya.

Wade berdiri di depan bola kristal. Ia kemudian meletakkan tangan kirinya di atasnya. Saat bola mulai memancarkan cahaya lembut, ia memejamkan mata.

“Kekuatan mental: 9 poin. Ga—” Kata “gagal” tidak diselesaikan.

Glenn yang jeli melihat Wade menyelipkan sekantong batu ke dalam jubah Sang Penyihir. Hal pertama yang terlintas di pikiran Glenn adalah bahwa Wade telah menyuap sang penyihir.

Setelah memeriksa batu-batu itu, Penyihir Apollo justru berkata:

“Berdirilah di belakangku.”

Wade menjadi sangat gembira dan berkata: “Terima kasih, Guru!” Setelah itu, ia berjalan ke belakang penyihir.

Wajah Glenn menggelap. Ia tidak punya barang berharga untuk ditawarkan kepada penyihir, dan ia tahu penyihir tidak akan tertarik pada satu-satunya koin emas di rumahnya.

Pikiran Glenn kacau. Ia tiba di depan bola kristal tanpa tahu harus berbuat apa.

“Letakkan tanganmu di atas bola kristal, lalu pejamkan matamu,” perintah Penyihir Apollo.

Mendengar perintah penyihir, Glenn melakukan apa yang diminta secara refleks.

Saat Glenn menyentuh bola itu, ia merasa aula menjadi sangat hening. Seolah-olah tempat itu diselubungi oleh kuali transparan yang sangat besar.

“Eh? Apa yang terjadi?”

Glenn membuka matanya dan mendapati semua orang di aula terpaku di tempat, dan setiap gerakan yang mereka buat terjadi dalam tempo yang sangat lambat—putri gubernur masih mencibir, menangis, dan beberapa tetes air matanya melayang di udara; Chris menyeringai jahat, memperlihatkan giginya yang panjang; sebuah koin emas yang dikumpulkan oleh penjaga pintu sedang dilemparkan ke dalam kotak kayu di belakangnya dengan sangat lambat.

“Apakah semua orang berhenti bergerak?” Glenn bertanya pada dirinya sendiri. “Tidak!”

Pada saat itu, Glenn menyadari beberapa mangkuk di atas meja di sudut ruangan. Badan mangkuk diukir dengan ulir rumit yang terlalu mahal untuk dibeli oleh keluarga biasa. Di dalam mangkuk, ada kue dan buah-buahan yang disajikan untuk para kandidat. Namun tidak ada yang benar-benar datang untuk menikmatinya, jadi benda-benda itu lebih berfungsi sebagai hiasan.

Dan dua makhluk mirip ubur-ubur sedang berenang mengitari piring buah di dalam mangkuk. Banyak tentakel dengan berbagai warna menjulur dari tubuh mereka, dan mata memenuhi seluruh tubuh mereka.

“Luas biasa! Benda apa mereka ini?”

Glenn bisa merasakan tubuhnya gemetar. Ia sangat mendambakan dunia penyihir, tetapi sekarang, ia baru mengetahui puncak dari gunung es besar itu, dan ia sudah dikuasai oleh rasa takut. Ini sangat berbeda dari dunia yang ia pahami.

Ia menenangkan diri, mengumpulkan keberanian, lalu mengambil beberapa langkah ke depan untuk melihat lebih dekat kedua makhluk aneh itu. Namun mereka tampak terkejut, dan dengan dorongan tentakel mereka, mereka berenang menembus dinding di dekatnya.

Glenn menatap heran, tetapi saat mendekati meja, ia menemukan sebuah tempat lilin yang tidak wajar di antara empat tempat lilin biasa lainnya. Meskipun ada lilin yang menyala di atasnya, batang tempat lilin itu sendiri sebenarnya adalah kepala babi panggang.

“Itu lilin biasa. Aku melihatnya tadi. Aku sempat mengagumi pola indah di batangnya,” batin Glenn kebingungan.

Kepala babi itu menggerakkan matanya perlahan ke arah Glenn dan menatapnya.

Kontak mata terjadi. Atmosfer aneh merayapi udara.

Hal-hal gaib itu membuat Glenn merinding. Pada saat itu, suara raungan mengejutkan Glenn. Glenn berbalik dan melacak suara itu ke seorang manusia kertas yang keluar dari sebuah buku.

“Haha, aku telah mencapai tingkat kultivasi tertinggi! Baik langit, bumi, maupun naga yang ganas tidak akan bisa menghentikanku lagi!”

Suara keras penuh kesombongan memecah dunia yang sunyi dan menakutkan ini. Glenn terkejut tetapi tidak takut, mungkin karena sarafnya sudah mati rasa atau semacamnya. Ia berbalik untuk mencari asal suara itu, dan ia menemukan sebuah buku.

“Ini buku berjudul ‘Menjadi Xian Melalui Kultivasi’!”

Buku itu bercerita tentang bagaimana seorang pria jatuh cinta pada gadis bangsawan dan bagaimana pahlawan itu berkultivasi hingga akhirnya mengalahkan naga dan membuktikan dirinya kepada keluarga gadis itu yang tidak merestui cinta mereka. Tidak ada yang istimewa dari buku itu; itu hanyalah buku konvensional untuk mengisi waktu luang. Namun ada beberapa ilustrasi di dalam buku yang menggambarkan adegan di mana sang pahlawan bertarung melawan naga.

“Apa-apaan ini?” gagap Glenn.

Seorang pria telah merobek kertas dari buku itu dan keluar darinya. Ia kemudian mengangkat tubuh bagian atasnya perlahan dan melihat sekeliling dengan takjub.

Dia adalah pahlawan dari buku tersebut. Bentuk tubuh dan wajahnya mirip persis dengan sang pahlawan dalam buku. Namun, ia tetaplah selembar kertas tipis.

Manusia kertas itu tiba-tiba menjadi serius saat melihat Glenn. Detik berikutnya, ia mencabut pedang kertas dan mengarahkannya ke Glenn.

“Siapa kamu? Apakah kamu seorang Xian[1] juga?” tanya manusia kertas itu dengan tidak sabar.

Pada saat itu, garis-garis di antara papan kayu di lantai membentuk celah panjang yang membuka dan menutup seolah-olah merupakan bibir dari sebuah mulut, meniru apa yang dikatakan oleh manusia kertas.

Namun Glenn dan orang-orang lain di aula tidak terjatuh. Seolah-olah ada sebuah ilusi dan celah itu terus mengulang kata-kata manusia kertas, seperti burung beo.

Kemudian, seperti kilatan petir, lidah merah sangat besar menyembur keluar dari celah yang dalam dan melilit manusia kertas itu beberapa kali lalu mengikatnya. Glenn menyadari bahwa lidah besar itu terdiri dari ular-ular tak terhitung jumlahnya yang saling melilit, dan setiap ular menggigit manusia kertas itu dengan rakus.

Lidah itu kemudian tertarik kembali ke dalam kegelapan celah bersama manusia kertas yang masih menempel padanya, seolah-olah itu adalah pegas yang ditekan lalu kembali ke bentuk asalnya.

“Ini tidak nyata!” Glenn terpana, gemetar di tempat.

Tiba-tiba, bola kristal bersinar terang. Glenn bisa merasakan tangannya ditarik menjauh dari bola kristal. Seketika, orang-orang di aula bergerak kembali, dan suara bising mulai terdengar.

“Kekuatan mental: 12 poin, tidak buruk. Berdirilah di belakangku.”

Wajah Glenn pucat pasi. Ia bangkit dan berjalan ke belakang punggung penyihir.

Glenn menggerakkan matanya ke sekeliling, tetapi semuanya telah kembali normal. Kuali gaib telah hilang, celah di lantai telah tertutup, dan orang-orang bergerak dengan kecepatan biasa.

“Sialan! Bagaimana dia bisa beruntung sekali terpilih?!”

“Astaga. Anakkah pernah merundungnya, apakah dia akan balas dendam?”

Semua orang di aula berbisik-bisik, tetapi mereka menjadi tenang setelah penyihir berdehem dingin. Putri gubernur dan Wade yang berada di sampingnya menatapnya dengan aneh. Begitu menyadari Glenn mengenakan pakaian pelayan, mereka kehilangan minat untuk memulai percakapan.


CATATAN KAKI

Xian: (juga dikenal sebagai dewa Taois) adalah ras makhluk humanoid bertenaga super yang telah disembah oleh budaya Tionghoa dan Asia Timur lainnya dari tahun 2000 SM hingga zaman modern. Pada dasarnya adalah dewa minor, sering disebut sebagai Immortals (Makhluk Abadi) dalam novel-novel lain.

Berdiskusi di server Discord