Pilar Api dan Puting Beliung Air
Induk Seri: A Sorcerer’s Journey[id]
Pilar api setebal radius tiga meter menerjang kawasan hutan. Lahan bervegetasi hangus terbakar. Sialnya, pilar api yang bergerak itu mengincar Glenn.
Glenn memperhatikan hal itu sambil merasa kemampuannya jauh kalah dibanding Anak Perempuan Matahari, yang ia tahu adalah pembuat api ini.
“Dia pasti punya kekuatan mental lebih dari 30 poin sampai bisa merapalkan sihir sehebat ini!” Glenn merasa takjub. Pilar api itu mengingatkannya pada pilar es Sihir Dior yang menahan tentakel di kapal.
Sesaat, Glenn lupa bahwa api itu mengincarnya. Gelombang panas yang hampir membakarnya mengejutkannya dari ingatan; api sudah mengepungnya. Ia melindungi diri menggunakan perisai.
Namun Glenn segera sadar ia bakal mati dalam semenit karena seperlima kekuatan sihirnya habis dalam waktu kurang dari sepuluh detik.
Satu-satunya pikiran di benaknya adalah kabur.
Namun ada kesulitan lain: ia berada di tengah tanah yang membara dan tidak tahu arah mana yang bisa membawanya keluar dari neraka api ini.
Glenn memilih sembarang arah lalu berlari. Meski begitu, ia tidak bisa keluar dari api. Ia seperti terkurung di dalam kuali leleh dan tiap sudut membara.
Anak Perempuan Matahari hinggap di puncak pohon. Uap membumbung dari balik kakinya. Ia hampir tidak mengenakan pakaian untuk menutupi tubuh putihnya. Ia mengendalikan pergerakan api untuk mengurung Glenn. Pilar api itu terus mengikutinya ke mana pun ia berlari.
Setiap tempat yang tersentuh pilar api berubah menjadi abu.
Di pohon yang jauh, Pencuri Hantu sedang menikmati buah kemerahan. Ia tampak senang, bahkan terpesona melihat “pertarungan” ini!
“Pemandangan yang indah! Ini ketiga kalinya aku melihat Anak Perempuan Matahari mengerahkan kekuatannya, dan aku tidak pernah bosan. Api ini benar-benar karya seni!” Pencuri Hantu membuang biji buah dan tertawa sendiri.
Setengah menit berlalu. Bagian hutan yang dilewati Glenn hangus total. Pemandangannya mirip seperti hari kiamat.
Glenn kini dalam situasi terdesak. Kekuatan sihirnya akan habis dalam beberapa detik. Tanpa perisai, ia akan meleleh menjadi cairan.
Awan gelap membayang di dahi Anak Perempuan Matahari.
“Kapan dia matinya?! Kenapa dia belum mati?!” teriak Anak Perempuan Matahari. Ia harus menghentikan api untuk beristirahat.
Glenn beruntung tidak terbakar, tetapi lengan dan punggungnya melepuh. Lebih buruk lagi, ia hampir kehilangan kesadaran karena kekuatan sihirnya terkuras habis, ditambah suhu tinggi yang hampir membuatnya kena serangan panas.
Napas Glenn saat itu hampir tak terdengar.
Seperti kata pepatah, “sudah jatuh tertimpa tangga.” Musuh bebuyutan Glenn—Setengah Robot—datang untuk mencabut nyawanya.
Anak Perempuan Matahari mengincar Glenn karena alasan strategis. Jika Glenn hidup dan bekerja sama dengan tiga Orang Putus Asa dari Isotta Hitam, posisinya akan terdesak. Namun bagi Setengah Robot, ini murni dendam.
Setengah Robot muncul dan menendang bahu Glenn.
“Hah? Bukankah kau dewa yang mahakuasa itu? Kenapa sekarang kau ada di bawah kakiku? Di mana burung sialanmu itu?” Setengah Robot tertawa terbahak-bahak.
Glenn masih pingsan sehingga tidak bisa melawan. Ia berada di bawah kendali mesin itu.
Setengah Robot menggerakkan ekornya dan memecutkannya ke kepala Glenn. Topeng Kelabu tidak bisa mengeluarkan sihirnya tanpa perintah dari pemiliknya.
Bahkan Pencuri Hantu sampai menjatuhkan buah di tangannya setelah melihat ini. Ia agak kecewa karena adegan aksinya bakal usai lebih cepat.
“Ah—” Suara raungan bergemuruh, mengejutkan Glenn hingga sadar kembali.
Kumbang Dengung-lah yang menjadi pahlawan. Selama ini, kumbang itu bersembunyi di balik pohon dan menunggu waktu untuk menyelamatkannya. Kumbang itu menabrak Setengah Robot hingga jatuh ke tanah.
Anak Perempuan Matahari menjadi tidak sabar. Ia ingin menyelesaikan ini dengan cepat. Pilar api kedua meluncur ke arah Glenn.
Cengkeraman iblis kembali mengincar nyawa Glenn.
Setengah Robot langsung mundur karena tahu dampaknya. Namun Glenn terlalu lemah untuk bergerak.
Kumbang itu menggeram untuk kedua kalinya, tetapi kali ini suaranya terdengar kelam, seolah tahu ia akan mati.
Momen berikutnya, kumbang itu melompat dari tanah, berlari cepat, dan menerjang tinggi ke udara menuju Anak Perempuan Matahari.
Anak Perempuan Matahari terkejut. Tanpa membuang waktu, ia menghindar dengan melompat kembali ke tanah. Ia lalu menggerakkan tangannya untuk mengarahkan Pilar Api ke Kumbang.
Kumbang itu tidak punya perisai untuk melindungi diri. Jadi, saat diserang Api, ia langsung hancur. Tidak ada yang tersisa selain jeritan pilu.
Saat Anak Perempuan Matahari mengalihkan perhatiannya kembali ke Glenn, Glenn sudah tidak ada.
Kyrie, sang Pengubah Bentuk, telah membawa Glenn kabur di depan hidung Setengah Robot.
“Penyihir itu sudah gila! Bionna akan menahannya, dan aku akan membawamu ke tempat yang aman.” Kyrie menatap mata Glenn.
Kyrie memutar tubuhnya dan tubuh Glenn. Detik berikutnya, tubuh mereka terpilin lalu muncul kembali di jarak 200 meter!
Glenn muntah karena perpindahan itu. Ia duduk dan mulai memulihkan kekuatan sihirnya dengan menggunakan batu sihir tingkat menengah. Melihat batu seindah itu, raut terkejut muncul di wajah Kyrie.
“Bionna, selalu menyenangkan bertemu denganmu!” Wajah cantik Anak Perempuan Matahari menampilkan kesan kejam.
“Simpan omong kosong sopanmu itu! Ayo bertarung.” Bionna Mata Emas membentak.
Anak Perempuan Matahari marah lalu mengeluarkan pilar api untuk menyerang Bionna. Bionna memfokuskan seluruh kekuatannya ke matanya dan menyemburkan puting beliung air dari mulutnya.
Puting beliung air itu berwarna biru murni, meluncur di udara untuk bertarung melawan api.
Bab Ini Masih Terkunci
Bab ini dijadwalkan rilis gratis pada .
Ingin baca instan sekarang? Dukung penerjemah di halaman Donasi Novelfire untuk klaim token eksklusif Anda.