Interogasi
Induk Seri: A Sorcerer’s Journey[id]
Ruangan itu terisolasi. Obor-obor tancap di dinding menjadi sumber penerangan, menggantikan bola lampu sihir yang biasa digunakan. Dua belas orang dewasa mengawasi seorang pria yang duduk di kursi di tengah ruangan. Dia adalah Glenn. Dia baru saja sadar dari pingsannya dan tidak tahu apa yang sedang terjadi.
Upaya Glenn untuk berdiri gagal, begitu pula usahanya untuk menggapai Topeng Kelabu di atas meja di depannya. Semua yang ada di sekitarnya terasa aneh—enam pria yang memperhatikannya dengan tatapan menyelidik, obor-obor, dan apa pun yang mengekang kebebasannya untuk bergerak. Selain itu, ada bola kristal baru tergeletak di samping topengnya.
“Simpan tenagamu! Kamu dikurung oleh Star of David[1]. Sekarang perhatikan baik-baik dan bersiaplah menjawab pertanyaan kami,” ucap seorang pria dari kelompok orang dewasa yang tampak serius itu.
Tangan Glenn gemetar. Dengan suara lirih dan pelan, dia bertanya, “Tempat apa ini? Dan siapa kalian?”
“Penyihir yang sedang kamu lihat! Ini ruang pemeriksaan untuk menginterogasi penyihir jahat. Kamu beruntung mendapatkan ini,” balas pria itu.
“Uh…” gumam Glenn.
“Siapa mentormu?” Pertanyaan singkat dan tanpa emosi dilontarkan pria itu.
“Tidak ada mentor. Saya tidak punya.” Diminta mengakui sesuatu yang tidak benar, terutama oleh seorang penyihir, membuat Glenn bahkan sulit merangkai kata.
“Tidak ada mentor?!” Penyihir lain mengambil langkah lebar mendekati Glenn lalu membentak.
Rasa dingin merayapi pembuluh darah Glenn.
“Be—benar-benar tidak—” Glenn hampir berada di ambang histeria. Dia mencoba mundur tetapi tidak bisa karena masih terkekang.
“Informasi dari Black Isotta memberitahuku bahwa tidak ada mentor yang menjadikannya murid.”
Glenn tidak menyangka akan ada yang membelanya; dia mengangkat kepala, berniat melihat sekilas siapa penolongnya itu.
‘Tidak mungkin—! Kucing hitam? Kucing yang menjaga mikroskop mewah yang kubeli dari mentor Varo? Apa yang dilakukan seekor kucing di sini?’ batin Glenn heran. Saat berikutnya, dia menundukkan kepalanya lagi, masih memikirkannya.
“Informasi? Informasi apa? Apa kamu sedang meremehkan kebijaksanaan penyihir? Tanpa seorang penyihir, coba beritahu saya bagaimana mungkin seorang murid bisa mendapatkan Alat Sihir yang begitu tingkat tinggi!” Penyihir yang mengajukan pertanyaan pertama tampak murka, lalu menampar Topeng Glenn hingga bergetar dan berdenting.
Topeng Kelabu itulah yang dimaksud penyihir tersebut sebagai “Alat Sihir tingkat tinggi”.
Sementara itu, sesuatu di dalam bola kristal bergerak.
Kucing itu berhenti bicara.
“Saya membelinya di Menara Hitam; dari seorang penyihir yang tinggal di sana.”
“Penyihir siapa?”
“Saya tidak tahu namanya.”
“Pria?”
“Ya, pria.”
“Dari mana kamu punya begitu banyak uang untuk membeli topeng ini?”
“Sa—saya punya saja. Saya—” Dalam tekanan sesengit itu, Glenn nyaris tidak bisa mengingat bagaimana dia mengumpulkan kekayaannya.
“Mentormu yang memberikannya, kan?”
“Tolong—beri saya kesempatan!”
“Tidak peduli siapa mentormu, kamu tidak akan keluar dari sini tanpa hukuman. Seorang mentor akan dimintai pertanggungjawaban karena melanggar aturan. Dia tidak diizinkan memberi murid Alat Sihir tingkat tinggi atau batu sihir sebanyak itu,” ancam penyihir itu, mengabaikan permohonan Glenn. “Keringanan akan dipertimbangkan jika kamu menceritakan semuanya.”
Glenn berdiri tertegun bak patung. Dia tidak bisa memikirkan respons apa pun untuk membela dirinya.
“Kamu tahu, jika terus mengabaikan saran baik kami, kamu akan ditindak dengan Penelusuran Jiwa (Soul Search).”
“Penelusuran Jiwa?” Glenn tidak tahu sama sekali apa maksudnya, tetapi dia tetap bergidik.
Penelusuran Jiwa adalah pemeriksaan terhadap jiwa seseorang. Bagian utama pemeriksaan ini berfokus pada ingatan subjek. Orang yang menjalani pemeriksaan akan mengalami rasa sakit luar biasa dan bisa mati karenanya.
Penyihir itu mengulurkan tangannya dan memutarnya di depan wajah Glenn sambil berkata, “Ini kesempatan terakhir untuk menyelamatkan dirimu, sebutkan siapa mentormu!”
“Tenanglah, Inextinguishable Flame. Kami memahami kerugianmu dan turut prihatin, tapi dia cuma seorang bocah. Beri dia sedikit kelonggaran,” potong penyihir lain yang di bahunya terdapat kucing tadi.
Segalanya mulai makin jelas di kepala Glenn setelah mendengar kata “kerugian”.
Beberapa hari sebelum interogasi, saat Glenn diselamatkan oleh tiga Desperater dari Black Isotta, dia bersekutu dengan mereka untuk melawan Daughter of Sun, setelah pusaran air Bionna terbukti tidak efektif melawan Api milik Daughter of Sun.
Sikap permusuhan dari Inextinguishable Flame berakar dari kegagalan memalukan Daughter of Sun dalam ujian. Dia adalah salah satu murid kesayangannya, dan Glenn berperan paling besar dalam kekalahannya. Tiga Desperater terhindar dari kehilangan jejak saat mengejarnya berkat Glenn, yang melacak koordinat waktu nyatanya menggunakan gelombang gema. Dalam pertempuran penentu, Glenn meledakkan Manik yang diperolehnya di lokasi cermin kedua. Daughter of Sun terhempas ke tanah oleh kekuatan dahsyat yang dihasilkan manik tersebut lalu menyerah di bawah pengepungan mereka. Dengan demikian, sang putri hebat yang diperkirakan semua orang akan memenangkan penghargaan terbesar justru tersingkir dari permainan.
“Tidak ada kelonggaran bagi seorang pembohong!” cetus Flame dengan suara menggelegar.
Glenn telah memulihkan kesadaran serta rasa percayanya.
“Saya yang membuat Ramuan Cinta (Love Vial). Saya yang meraciknya. Itu alasannya saya punya uang!”
“Ramuan Cinta?! Bocah ini meracik cairan sihir itu? Tidak masuk akal!” Para penyihir di ruang interogasi mendadak riuh.
“Dan Dickens penanggung jawabnya. Dickens menjualnya untuk saya di Menara Hitam.” Glenn menjadi bersemangat seolah-olah baru saja terselamatkan dari neraka. “Dan kami menandatangani Kontrak Kemitraan Cincin Tujuh!”
Buktinya tidak terbantahkan!
Dalam waktu sekitar satu jam, kedua belas penyihir kembali bersama tiga orang baru—Dickens, Kyrie, dan Daughter of Sun.
Kontrak ditunjukkan, dan Dickens bersaksi untuk Glenn. Flame tidak punya pilihan lain selain melepaskannya. Sebelum Glenn pergi, semua hal yang berkaitan dengan pembuatan Ramuan Cinta harus dicatat. Jadi, Glenn menjelaskan semua yang dialaminya, mulai dari cara mendapatkan buku Penciuman di Kota Bi Seer, bagaimana dia terinspirasi oleh kutipan penyihir “dengan pengetahuanku, beri aku titik tumpu, maka aku akan menggerakkan dunia!”, hingga bagaimana dia meminjam mikroskop, serta petualangan luar biasa lainnya.
Daughter of Sun mendengarkan dengan penuh ketertarikan. Kebenciannya pada Glenn mendadak reda dan berganti menjadi kekaguman. Dia empati pada kondisi Glenn yang tidak beruntung—bagaimana dia harus hidup sebagai anak yatim piatu, bagaimana dia bertahan di sekolah, dan bagaimana dia teguh pada cara belajarnya sendiri. Dia merasa telah jatuh cinta pada Glenn dalam sepuluh menit tersebut.
Para penyihir pergi, dan seluruh barang milik Glenn dikembalikan, termasuk bola kristal barunya.
Catatan kaki: Star of David adalah figur berbintang enam yang terdiri dari dua segitiga sama sisi yang saling bersilangan, digunakan sebagai simbol Yahudi dan Israel.
Bab Ini Masih Terkunci
Bab ini dijadwalkan rilis gratis pada .
Ingin baca instan sekarang? Dukung penerjemah di halaman Donasi Novelfire untuk klaim token eksklusif Anda.