Masa Lalu Kepala Keluarga Shang
Induk Seri: Who Let Him Cultivate Immortality! [id]
“Bagaimana kamu tahu dia itu hantu kulit lukis?” tanya Daun Bunga Persik. Ini adalah pertanyaan yang tidak sempat dijawab oleh Pengurus Zhang sebelum dia mati.
Lu Yang membereskan sisa-sisa pertempuran, menyapu abu hantu tersebut menjadi tumpukan kecil, dan Daun Bunga Persik sigap menangkapnya dengan pengki.
“Sederhana. Ingat apa yang dikatakan burung beo itu? ‘Siapa kamu, di mana Pengurus Zhang?’”
“Ditambah lagi, setelah bertemu Shang Yuan, dia sengaja mengusir kita dan memperingatkan agar menjauhi keluarga Shang.”
“Ini berarti Pengurus Zhang yang sekarang bukanlah orang yang dikenal Shang Yuan, dan keberadaannya sangat berbahaya.”
“Ada tiga kemungkinan terkait identitasnya.”
“Pertama, tubuhnya dirasuki. Tapi, kenapa roh perasuk mau bertahan lama di keluarga Shang? Jika aku jadi dia, aku akan segera pergi setelah merasuki seseorang dan mencari tempat bagus untuk berkultivasi. Lagipula, bakat Pengurus Zhang biasa saja; akan lebih masuk akal jika dia merasuki kepala keluarga Shang.”
“Kedua, seseorang menyamar menjadi Pengurus Zhang. Tapi ini juga tidak logis. Keluarga Shang tidak punya barang berharga, jadi untuk apa repot-repot? Apa dia punya fetish aneh? Lagi pula, dengan kultivasi tahap akhir Foundation Building, dia bisa saja merampok Desa Tai Ping dengan mudah.”
“Kemungkinan ketiga adalah hantu kulit lukis. Mereka suka mengoleksi kulit manusia, menyamar, dan membaur dengan masyarakat.”
“Hantu kulit lukis dulunya adalah manusia. Setelah mati, mereka menjadi kultivator hantu yang umumnya mengalami gangguan jiwa.”
“Mereka tidak suka terpapar. Mereka berusaha meyakinkan diri sendiri bahwa mereka adalah manusia—berbicara dan bertindak seperti manusia—sampai mereka lelah, lalu berganti kulit dan memulai identitas baru. Siklus ini berulang terus.”
Penjelasan Lu Yang membuat Daun Bunga Persik kagum; pria di depannya ini jauh berbeda dengan kesan Lu Yang yang pemalu saat di kapal terbang tadi.
“Simpan abunya; ini bukti kita sudah menyelesaikan misi.” Lu Yang mengeluarkan toples porselen putih dan dengan hati-hati memasukkan abu hantu itu. Hantu kulit lukis adalah bagian dari tugas tambahan, dan mengalahkannya tentu akan memberikan hadiah lebih besar daripada sekadar menemukan burung beo.
Tiba-tiba, terdengar langkah kaki mendekat. Beberapa orang berhenti di depan pintu, ragu untuk masuk.
Identitas mereka mudah ditebak. Lu Yang berseru riang, “Kepala Keluarga Shang, silakan masuk. Hantunya sudah mati, di sini aman.”
Pintu terbuka. Kepala Keluarga Shang masuk bersama istri, putrinya, dan selusin pelayan. Mereka tampak sangat lega.
“Terima kasih, para kultivator terhormat, karena telah melenyapkan hantu itu dan menyelamatkan nyawa kami!” Kepala Keluarga Shang berlutut diikuti yang lainnya.
“Jangan begitu, melenyapkan setan dan membela kebenaran adalah tugas kami sebagai murid Sekte Pencarian Dao,” jawab Lu Yang yang sedikit terkejut dengan sikap mereka, lalu bergegas membantu mereka berdiri.
“Mohon maaf karena kami baru bisa mendeteksinya sekarang. Hantu itu sangat licin,” lanjut Lu Yang.
“Sejak menyamar sebagai Pengurus Zhang, dia melarang kami meninggalkan rumah dan bicara kepada siapa pun. Ketahuan berarti kematian!” Shang Yuan juga tampak menyesal. Sikap dinginnya di kamar tadi ternyata adalah cara untuk mengusir Lu Yang dan Daun Bunga Persik agar mereka menjauh dari bahaya.
Kepala Keluarga Shang berkata, “Sayangnya, setelah pensiun, harta kultivasi saya sudah saya ubah menjadi emas dan permata. Itu tidak berguna bagi Anda berdua. Apakah ada yang bisa saya bantu? Saya bersedia melakukan apa saja untuk membalas budi.”
Harta keluarga Shang memang tidak berharga bagi murid Sekte Pencarian Dao. Namun, Lu Yang punya permintaan.
“Saya dengar Anda pensiun dari dunia kultivasi dan berhenti merampok makam karena suatu kejadian yang mengancam jiwa. Boleh saya tahu apa yang sebenarnya terjadi?”
Daun Bunga Persik menatap Kepala Keluarga Shang dengan antusias. Dia menyukai kisah petualangan misterius. Lu Yang sendiri, meski tidak terlalu suka petualangan, selalu tertarik mendengar cerita aneh.
Shang Zhongtian, Kepala Keluarga Shang, tampak enggan mengingat masa lalu. Namun, karena merasa berhutang budi, dia meminta semua pelayan dan putrinya untuk keluar, lalu memulai ceritanya.
“Kisah ini tidak boleh diceritakan kepada siapa pun.”
Setelah mereka setuju, Shang Zhongtian mulai bercerita tentang kejadian tiga puluh tahun silam.
“Tiga puluh tahun lalu, nama saya cukup dikenal di kalangan perampok makam tingkat Foundation Building. Meski begitu, saya tidak terlalu disukai orang lain,” kenangnya dengan nada bangga.
“Pendekatan saya selalu hati-hati. Saya tidak pernah menyentuh makam besar atau makam kuno. Ada pepatah di kalangan kami: ‘Makam besar berisi hantu, makam kuno berisi makhluk abadi.’”
“Sebagai kultivator tahap Qi Refining, saya menghindari makam tersebut. Makam kultivator tingkat Foundation Building dan Golden Core biasanya cukup untuk membuat orang seperti saya kaya raya.”
“Sayangnya, sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga. Saat itu, saya mengira sedang membongkar makam Golden Core, tapi ternyata itu adalah umpan untuk makam Nascent Soul!”
“Aturannya jelas: jangan menggali makam yang levelnya di atas kita. Tapi saya dibutakan oleh keserakahan. Saya pikir, dengan kecepatan puncak Qi Refining, saya bisa menyamai Foundation Builder. Saya pun memutuskan untuk menggali makam itu.”
(Bersambung…)
Bab Ini Masih Terkunci
Bab ini dijadwalkan rilis gratis pada .
Ingin baca instan sekarang? Dukung penerjemah di halaman Donasi Novelfire untuk klaim token eksklusif Anda.